12 Kesenian Tradisional Kalimantan Utara yang Wajib Diketahui


Popular Artikel


Sama seperti kesenian tradisional daerah lainnya, kesenian tradisional Kalimantan Utara pun sangat beragam. Mulai dari alat musik hingga tari tradisional dari beberapa suku dan sub-etnis Dayak, yang mencerminkan ciri khas dari kesenian tradisional Kalimantan Utara. Semua kesenian tradisional Kalimantan Utara tersebut, nantinya akan CekAja.com ulas satu-persatu secara lengkap, mulai dari alat musik hingga tari tradisional khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Sekilas tentang Kalimantan Utara
Sebelum membahas lebih jauh tentang kesenian tradisional Kalimantan Utara, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu sekilas tentang Kalimantan Utara. Sejatinya, provinsi yang menjadi daerah bekas jajahan Kesultanan Bulungan ini, resmi terbentuk pada 16 November 2012.

Yang mana, Kalimantan Utara tersebut dinyatakan resmi terbentuk sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menandatangani Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara.

Provinsi yang kerap kali disebut dengan Kaltara ini, memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, tepatnya di bagian Sabah dan Serawak.

Tidak hanya itu, pusat pemerintahan provinsi termuda di Indonesia ini terletak di kecamatan Tanjung Selor, bersama dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Kalimantan Tengah)
12 Kesenian Tradisional Kalimantan Utara
Setelah mengetahui sekilas informasi tentang Kalimantan Utara, maka kini saatnya kamu mengetahui apa saja kesenian tradisional Kalimantan Utara. Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung, bahwa kesenian tradisional Kalimantan Utara sangat banyak. Mulai dari seni tarinya hingga alat musik yang menarik dan unik.

Maka dari itu, untuk mengetahui lebih jelas semua kesenian tradisional Kalimantan Utara tersebut, di bawah ini CekAja.com telah merangkum 13 kesenian tradisional, yang akan diulas secara lengkap menjadi dua sub-pembahasan, yaitu alat musik dan seni tari khusus untuk kamu.

Alat Musik
Kesenian tradisional Kalimantan Utara yang pertama adalah alat musik. Seperti yang diketahui, alat musik Kalimantan Utara sangat beragam. Ada alat musik yang bentuknya menyerupai gendang, ada yang bentuknya menyerupai saron pada gamelan Jawa dan lain sebagainya.

Semua alat musik tradisional tersebut tentu memiliki alunan nada dan fungsi yang berbeda. Lantas, apa saja alat musik yang masuk ke dalam kesenian tradisional Kalimantan Utara? Berikut ulasannya.

1. Alat Musik Jatung Utang

Alat musik pertama yang menjadi kesenian tradisional Kalimantan Utara adalah Jatung Utang. Alat musik yang memiliki bentuk seperti saron pada gamelan ini, merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Suku Dayak Kenyah.

Di mana, Suku Dayak Kenyah sendiri hingga kini sudah tersebar di seluruh wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Utara. Maka dari itu, tidak heran apabila alat musik ini masuk ke dalam kesenian tradisional Kalimantan Utara.

Alat musik yang juga disebut sebagai, geng galeng atau ting galing ini dibuat dari beberapa batangan kayu lempung dengan panjang sekitar 20-50 cm dan lebar sekitar 5-10 cm. Masing-masing batangan kayu tersebut, nantinya akan dirangkai dan diikat menggunakan tali rotan.

Sehingga, susunan kayu dari alat musik ini menghasilkan bunyi yang berbeda-beda yang sangat indah. Meski jatung utang kerap kali disebut sebagai geng galeng, namun penyebutan ini nyatanya dipengaruhi oleh posisi alat musik ini dimainkan.

Apabila alat musik dimainkan saat berdiri dengan posisi alat musik horizontal, maka alat musik ini disebut dengan jatung utang. Tetapi jika alat musik dimainkan saat duduk dengan posisi alat musik sedikit vertikal, maka alat musik ini disebut dengan geng galeng.

Perlu diketahui, jatung utang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul bernama petit. Dan biasanya, jatung utang dimainkan bersama dengan alat musik sambe’ untuk mengiringi beberapa lagu daerah dan tarian Suku Dayak Kenyah.

2. Alat Musik Babun

Alat musik berikutnya yang menjadi bagian dari kesenian tradisional Kalimantan Utara adalah Babun. Alat musik yang bentuknya menyerupai gendang ini, terbuat dari kayu yang dibentuk oval atau tabung, yang tengahnya dibuat bulatan berongga.

Bulatan tersebut nantinya akan ditutup menggunakan kulit binatang. Jika ditabuh atau dipukul, maka babun akan menghasilkan nada yang sangat indah. Sehingga, tidak heran apabila alat musik ini seringkali dijadikan pengiring tarian daerah, pertunjukan wayang kulit, gamelan dan musik panting.

Tidak hanya itu, babun juga nyatanya memiliki fungsi seperti drum, karena berperan dalam mengatur tempo serta irama lagu. Oleh karena itu, pada tarian tradisional nada yang dikeluarkan babun kerap kali menjadi patokan untuk penari melakukan perubahan posisi, gerak dan langkah.

3. Alat Musik Sluding

Alat musik yang memiliki bentuk unik ini nyatanya menjadi salah satu kesenian tradisional Kalimantan Utara. Memiliki bentuk seperti alat musik gambang di Jawa, alat musik pukul jenis xylophone ini terbuat dari kayu dengan delapan bilah kayu, yang setiap bilahnya menghasilkan suara yang indah dan berbeda-beda.

Untuk bisa memainkan alat musik ini pada dasarnya sangat mudah. Kamu hanya perlu memukul bilah-bilah kayu tersebut, menggunakan dua buah pemukul yang juga terbuat dari kayu.

Tidak hanya itu, pada tradisi setempat alat musik ini juga kerap kali digunakan untuk mengiringi beberapa acara besar, seperti upacara adat atau tarian daerah.

Satu hal yang menarik dari alat musik ini adalah terdapatnya hiasan yang berbentuk ukiran kepala burung enggang. Yang mana, burung ini diketahui sebagai burung yang dianggap hewan sakral oleh masyarakat Suku Dayak Modang.

4. Alat Musik Gambang
Meski alat musik yang satu ini lebih dikenal sebagai alat musik yang berasal dari tanah Jawa, namun alat musik ini ternyata juga digunakan oleh masyarakat Kalimantan Utara.

Alat musik yang dibuat menggunakan bahan dasar kayu ini, memiliki 18 bilah kayu berbentuk persegi panjang yang diletakkan di atas ruang resonansi dengan bentuk seperti perahu.

Cara memainkan gambang di Kalimantan Utara dengan gambang Jawa pun sejatinya sama, yaitu kamu hanya perlu memukulnya menggunakan alat pukul khusus yang terbuat dari kayu. Bagian ujung alat pukul ini dibalut dengan kain tebal, yang nantinya akan menghasilkan suara yang lembut dan indah.

Suara-suara yang dihasilkan alat musik ini pun berbeda-beda, karena menyesuaikan dengan bilah kayu yang dipukul. Semakin panjang bilah kayu, maka nada yang dihasilkan pun nada rendah. Sementara, apabila bilah kayu yang dipukul berukuran kecil, maka suara yang dihasilkan pun suara bernada tinggi.

5. Alat Musik Rebab

Alat musik terakhir yang masuk dalam kesenian tradisional Kalimantan Utara adalah Rebab. Alat musik ini memiliki bentuk yang sangat unik dan menyerupai biola. Hal tersebut dikarenakan, rebab mendapat pengaruh dari budaya Timur Tengah yang masuk ke Nusantara.

Meski menjadi salah satu alat musik tradisional khas Kalimantan Utara, namun rebab juga banyak digunakan di berbagai daerah di Indonesia. Cara menggunakan alat musik ini pun sangat mudah, sebab kau hanya perlu menggeseknya menggunakan alat penggesek khusus.

Salah satu ciri khas yang bisa kamu ketahui dari alat musik ini, yaitu bentuk badan dan lubang resonansi yang memiliki bentuk bulat dengan sentuhan visual yang khas. Sehingga, rebab akan sangat mudah dikenali meski hanya dilihat secara sekilas.

Rebab juga seringkali digunakan sebagai pengiring acara-acara besar daerah setempat, seperti misalnya upacara adat dan acara kesenian musik daerah setempat.

Seni Tari
Jika di pembahasan sebelumnya kamu mengetahui lima jenis alat musik yang menjadi kesenian tradisional Kalimantan Utara. Maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui apa saja seni tari, yang menjadi bagian dari kesenian tradisional Kalimantan Utara. Adapun beberapa tari tradisional tersebut, di antaranya:

6. Tari Tradisional Jugit
Tari tradisional pertama yang masuk ke dalam kesenian tradisional Kalimantan Utara adalah Tari Jugit. Tari yang berasal dari Suku Bulungan ini, merupakan hasil karya dua laksana Kesultanan Bulungan pada abad ke-18, yaitu Datuk Maulana dan Datuk Mahubut.

Tari jusit ini pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu Tari Jugit Paman dan Tari Jugit Demaring. Di mana, tari jugit paman sejatinya sengaja diciptakan dan ditampilkan untuk para raja. Sementara, tari jugit demaring lebih diciptakan untuk ditampilkan di luar keraton dan acara-acara kemasyarakatan.

Dari kedua jenis tarian jugit tersebut, banyak sekali perbedaan yang bisa ditemukan. Mulai dari warna kostum, atribut, gerakan, syair hingga fungsinya. Meski begitu, tari ini tetap menjadi tarian yang diagungkan masyarakat setempat, karena menjadi tarian kerajaan yang sangat sakral.

7. Tari Tradisional Lalatip

Selanjutnya ada Tari Lalatip, yang menjadi kesenian tradisional Kalimantan Utara. Tari tradisional yang juga dikenal dengan tari magunatip ini berasal dari Suku Tahol.

Tarian ini diberi nama “Lalatip”, karena tari ini memanfaatkan ketangkasan kaki untuk melompat dan menghindari rintangan, yang menjadi bagian dari gerakannya.

Seperti yang diketahui, “Lalatip” sendiri merupakan sebuah kata yang memiliki arti menjepit. Tarian pada saat itu, menjadi sebuah tarian yang berguna untuk melatih keterampilan berperang para pemuda Suku Tahol.

Maka dari itu, tidak heran apabila tarian ini memiliki gerakan yang cukup menantang dan berbeda dari tari tradisional lainnya. Pasalnya, dalam prakteknya para penari nanti akan menarikan tarian ini di atas bilah-bilah kayu dengan mata tertutup.

Penari hanya mengandalkan suara kayu yang berpadu dan iringan musik tradisional Dayak, yaitu gong dan gendang untuk bisa menarikannya sesuai dengan irama dan tempo.

Sehingga, bagi penari yang kemampuannya belum mumpuni, akan sangat riskan menarikan tarian ini karena bisa saja kakinya terjepit atau tersangkut di tengah bilah-bilah kayu.

8. Tari Tradisional Blunde
Selain dua tari tradisional di atas, nyatanya ada Tari Blunde yang juga menjadi bagian dari kesenian tradisional Kalimantan Utara. Tari yang kerap kali disebut dengan tari blundik ini, memiliki gerakan yang serupa dengan Tari Enggang Suku Dayak. Hanya saja, tari blunde tidak menggunakan properti bulu seperti tari enggang.

Menjadi salah satu tari kreasi Datuk Perdana, tari tradisional yang satu ini menggunakan syair bahasa Melayu Kayan Pimping. Namun, tari ini divariasikan kembali oleh Abdul Aziz dalam bahasa Melayu dengan judul Pinang Sendawar.

Dalam menarikan tari blunde ini, para penarinya akan memakai kostum baju kebaya dan tapih. Tidak hanya itu, para penari pun akan menggunakan ikat kepala sebagai aksesoris tambahan.

9. Tari Tradisional Jepen

Sebagai tari tradisional yang berasal dari Suku Dayak, Tari Jepen memiliki nuansa Islami yang dapat dilihat dari gerakan dan kostum yang digunakan para penarinya, yaitu berwarna hijau dan kuning.

Selain itu, nuansa Islami tarian ini juga dapat dilihat dari musik pengiring yang digunakan, yaitu rebana. Untuk bisa menarikan tarian ini, para penari harus berpasangan laki-laki dan perempuan. Tidak hanya itu, gerakan yang dimiliki tarian ini pun menyerupai gerakan tarian zapin asal Riau, karena lebih banyak menggunakan gerakan kaki.

10. Tari Tradisional Mance

Tari tradisional yang juga disebut sebagai tari Bemance ini, memiliki gerakan yang menyerupai gerakan silat. Oleh karena itu, selain dikenal dengan tarian mance atau bemance, tarian ini juga kerap kali disebut dengan tari silat.

Namun, gerakan yang dimiliki tarian ini lebih luwes dan menyerupai gerakan tarian. Sehingga, tidak benar-benar terlihat sebagai gerakan silat. Tarian ini pun dalam pengaplikasiannya akan diiringi dengan iringan musik, sebagai bentuk hiburan.

Pada masanya, tari tradisional mance ini menjadi salah satu jenis tarian yang digemari sebagian besar pemuda di daerah Bulungan.

11. Tari Tradisional Busak Baku

Tari busak baku merupakan salah satu kesenian tradisional Kalimantan Utara asal Dayak Lundayeh. Tari ini dihadirkan untuk mewakili rasa emosional dan kekeluargaan masyarakat Suku Lundayeh.

Hal tersebut dikarenakan, busak baku sendiri merupakan jenis bunga yang memiliki aroma wangi dan indah. Sehingga, masyarakat Suku Lundayeh menjadikannya sebagai lambing kehidupan yang harmonis, hangat, kuat dan menyatu.

Asal mula diciptakannya tarian ini, yaitu berasal dari syair khas Lundayeh yang sudah ada sejak abad ke-7. Syair yang berjudul Ulun Busak baku ini, sudah menjadi salah satu produk budaya yang hampir punah. Namun, hal itu tidak diikuti dengan tariannya yang tetap terjaga hingga saat ini.

12. Tari Kancet Ledo
Tari tradisional yang terakhir adalah Tari Kancet Ledo, yang menjadi bagian dari kesenian tradisional Kalimantan Utara. Tari yang berasal dari Baram-Sarawak ini, memiliki gerakan yang menggambarkan kelembutan seorang gadis.

Gerakan tersebut dapat dilihat ketika penari mengayunkan tangan, layaknya angin berhembus yang mengayunkan padi. Selain itu, tarian ini juga mengharuskan penarinya untuk berbusana menggunakan pakaian adat Suku Dayak Kenyah, lengkap dengan properti rangkaian sejumlah ekor burung enggang yang digenggam di tangan kiri penari.

source : https://www.cekaja.com/info/kesenian-tradisional-kalimantan-utara/