Hidup oleh Iman

16-04-2019

Kebenaran yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman. Waktu kita tahu bahwa Yesus adalah juruselamat dan kita mengimani, bahwa Dia adalah juruselamat. Kalau hidup kita beriman kepada Yesus Kristus, maka perjalanan kita akan dibuat hidup oleh Tuhan. Dari hari ke hari kehidupan kita akan dibuat bergairah, menjadi sukacita, dan damai sejahtera, karena iman itu menghidupkan kita. Kalau kita mau menjadi orang benar di hadapan Tuhan, maka kita harus berjalan dipimpin oleh iman. Mengapa kita harus hidup oleh iman ? Karena iman itu adalah pemberian Tuhan. I Kor 12:9,Efesus 2:8. Kekristenan adalah sebuah hubungan, dan untuk membangun hubungan dibutuhkan “kepercayaan” dan kepercayaan bisa terbangun didukung oleh “hati nurani”. Iman dan hati nurani harus berjalan bersamaan dan saling menopang. Cara beroperasi kerajaan Allah dan Kerajaan duania tidak sama. (Ibrani 11:6) Kalau dunia dengan sistem meihat/bukti, tetapi dengan Allah harus dengan iman. Kita dibenarkan oleh Tuhan karena “iman”, bukan karena dari perbuatan kita. (Ibrani 11:4) Contoh : persembahan kain dan Habel. Kesimpulan : Iman bila tidak ditopang oleh “Hati nurani”, maka hasilnya Iman menjadi kandas .

Keluarga yang Kuat dan Bahagia dalam Kristus

23-02-2019

Setiap keluarga pasti memiliki harapan untuk mempunyai keluarga yang bahagia. Hubungan suami istri juga anak dan orang tua menginginkan suatu hubungan yang bahagia dan harmonis. Seperti apakah Keluarga yang Bahagia menurut Firman Tuhan : Keluarga yang Bahagia bukanlah Keluarga yang tidak ada Masalah Kebahagiaan bukanlah ditentukan dengan situasi dan kondisi yang ada diluar tetapi kebahagiaan itu ditentukan dari dalam hati kita. Ishak mengalami situasi dan kondisi kelaparan pada saat itu tetapi bukan berarti itu menjadi suatu alasan untuk tidak bahagia. "Firman Tuhan berkata, Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu". Maz. 34:20. Mengapa Tuhan mengijinkan permasalahan itu ada didalam kehidupan kita? Karena pada saat kita mengalami permasalahan justru disaat itulah kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan sehingga pada masa kesukaran itulah karakter dan respon kita terbentuk. Karena pada saat kita mengalami permasalahan Tangan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Jangan pernah berfokus kepada masalah tetapi fokuslah kepada Tuhan kita yang lebih besar dari masalah itu. Keluarga yang Bahagia adalah Keluarga yang Tetap menjaga Kemesraan Rumah Tangga "Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: "Sesungguhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudaraku?" Jawab Ishak kepadanya: "Karena pikirku: Jangan-jangan aku mati karena dia." Tetapi Abimelekh berkata: "Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami." Lalu Abimelekh memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: "Siapa yang mengganggu orang ini atau isterinya, pastilah ia akan dihukum mati." (Kej.26:9-11). Ishak tetap bermesraan dengan Ribka walaupun ada dalam kondisi kelaparan dan permasalahan. Jadi kebahagiaan itu bukanlah ditentukan oleh situasi masa yang sulit tetapi kondisi dalam hati yang benar, beres dan baik. Oleh sebab itu jagalah kemesraan dalam rumah tangga walaupun usia pernikahan Ishak sudah berumur 35 th. Keluarga yang Bahagia adalah Keluarga yang Tetap Menabur Sekalipun ditengah Situasi yang Sulit "Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN" (Kej. 26:12). Tetaplah menabur. Ada 5 bahasa kasih dalam hidup ini yaitu: Tetap perkatakan yang positif yang mendukung bagi keluarga Mempunyai waktu yang berkualitas bagi keluarga Memberi yang terbaik bagi Keluarga Sentuhan yang berarti bagi keluarga Melayani keluarga dengan kasih Keluarga yang Bahagia adalah Keluarga yang Suka Kedamaian "Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya. Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana. Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna. Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini." (Kej.26:19-22) Keluarga yang Bahagia adalah Keluarga yang tidak menjauh dari Tuhan "Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ".(Kej.26:25). Bawalah keluarga kita terus beribadah kepada Tuhan. Disiplinkan keluarga kita dengan no Bible no Breakfast. Terus bangun keluarga kita menjadi keluarga yang harmonis dan takut akan Tuhan, hidup benar dimata Tuhan maka kita akan mengalami kebahagiaan dalam keluarga kita. "TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Dzikir dan Doa kepada Allah

22-02-2019

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.” (QS Al-Mukmin [40]: 60)

Kasih

21-02-2018

Ketika ditanya, “Apakah kasih itu?”, anak-anak punya jawaban yang luar biasa. Noelle, usia 7 tahun, berkata, “Kasih itu adalah saat seorang wanita bilang ia menyukai baju seorang pria, dan pria itu memakai baju itu setiap hari.” Rebecca, usia 8 tahun, menjawab, “Sejak nenek mengidap radang sendi, ia tak bisa membungkuk untuk mengecat kuku kakinya. Jadi kakek yang melakukannya setiap saat, bahkan setelah tangan kakek juga terkena radang sendi. Itu namanya kasih.” Jessica, yang juga berusia 8 tahun, menyimpulkan, “Jangan berani bilang ‘Aku sayang kamu’ kecuali kamu memang sungguh-sungguh. Jika kamu sungguh-sungguh sayang, katakan itu berulang-ulang. Orang itu gampang lupa.” Terkadang kita perlu diingatkan bahwa Allah mengasihi kita. Kita terlalu sering memikirkan kesulitan yang kita alami dan bertanya, Di mana kasih itu? Namun ketika kita berhenti sejenak dan merenungkan semua yang telah Allah lakukan, kita ingat betapa kita telah begitu dikasihi Allah yang adalah kasih itu sendiri (1Yoh. 4:8-10). Mazmur 103 menuliskan daftar “berkat” yang dicurahkan Allah kepada kita dalam kasih: Dia mengampuni segala dosa kita (ay.3), memuaskan kita dengan kebaikan (ay.5), menjalankan keadilan dan hukum (ay.6). Dia panjang sabar dan berlimpah kasih setia (ay.8). Dia tidak melakukan kepada kita setimpal dengan dosa kita (ay.10) dan telah menjauhkan pelanggaran kita sejauh timur dari barat (ay.12). ?Dia tidak melupakan kita! Jadi, apakah kasih itu? Allah itu kasih, dan Dia mencurahkan ?kasih-Nya kepada Anda dan saya.

Citra Diri

08-02-2019

Perilaku manusia merupakan produk dari interpretasi mereka atas dunia di sekeliling mereka lewat interaksi sosial. Definisi yang mereka berikan kepada orang lain, situasi, objek dan bahkan diri mereka sendirilah yang menentukan perilaku mereka. Jadi individulah yang dipandang aktif untuk mengatur dan menentukan perilaku serta lingkungannya sendiri. Sementara inti dari individu adalah kesadaran (consciousness). perkembangan diri bergantung pada komunikasi dengan orang lain, yang membentuk atau mempengaruhi diri sebagaimana orang–orang tersebut dipengaruhi kehadiran diri tersebut. Komunikasi juga berperan penting dalam perkembangan masyarakat. Dengan demikian, apa yang terjadi dengan masyarakat bangsa Indonesia pada hakekatnya merupakan cermin perilaku dan akumulasi tingkat kesadaran individu-individu warga negaranya. jika ingin mengubah kondisi bangsa Indonesia, maka kita harus memulainya dengan mengubah individuindividu warga negaranya. Dakwah Islam harus dilakukan dengan membangun esadaran individual dan membentuk konsep diri mad’u yang positif. Karena hanya orang yang memiliki konsep diri positiflah yang akan mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

1 Korintus 1 : 12-17

29-01-2019

Inilah pesan hari ini, yaitu bahwa sebagai orang percaya kita ini satu tubuh. Karena itu, kita harus saling memelihara kesatuan. Mari kita ciptakan satu harmoni yang indah di dalam Kristus! Dengan demikian, semua orang dapat menjadi saksi Kristus yang hidup dan akhirnya nama Kristuslah yang dimuliakan. Solus Christus. Soli Deo Gloria.

Perintah Untuk ber Akhlak Mulia

28-01-2019

Akhlak merupakan tingkah laku, perangai, atau tabiat baik dan buruk nya perilaku seseorang. Lalu yang menjadi tolak ukur dalam perilaku baik dan buruknya akhlak seseorang ialah dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Seseorang yang berperilaku sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist maka itu lah akhlak yang sempurnana yang tidak melanggar ajaran agama Islam. Di dalam kehidupan, akhlak tidak dapat dipisahkan, dan akhlak memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan hubungan antara Allah, Manusia, Binatang, Tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Orang yang tidak memiliki akhlak yang baik akan berdampak sangat patal seperti perkelahian antar teman, tidak menghormati orang lain sehingga banyak orang yang tidak menyukai nya dan masih banyak lagi dampak jika tidak memiliki akhlak baik, akan tetapi jika seseorang memiliki perilaku yang baik maka akan banyak dampak positif yang dia dapatkan seperti orang-orang suka berteman dengan nya, terciptanya solidaritas, tidak ada perselisihan antar teman dan lain-lain.

Hidup Untuk Membawa Damai (roma 5 : 1-2)

17-01-2019

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena Iman. Kita hidup dalam sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh Iman kepada KAsih Karunia. Didalam Kasih Karunia ini berdiri dan kita bwermegah dalam pengahrapan akan menerima kemuliaan Allah

Ceramah Agama Islam

11-01-2019

Golongan Orang-Orang yang Beruntung